Mengenal Jenis Syal & Scarf

Walaupun terbilang sepele, memakai syal dalam berbagai kesempatan dapat membuat penampilan anda lebih berwarna dan tentunya fashionable. Jika diantara pembaca setia 4muda ada yang favorit mengenakan pelengkap pakaian satu ini, tentunya tepat membaca artikel berikut ini.

Secara harfiah, syal berasal dari bahasa persia, Shal, artinya secarik kain yang dipakai secara longgar di atas bahu, tubuh bagian atas atau lengan. Kadang-kadang juga sering dikenakan sebagai penutup kepala sebagai kerudung.

Namun, istilah syal (shawl) sering disama artikan dengan istilah scarf. Memang kedua istilah tersebut merujuk pada pelengkap pakaian bagian atas. Nah, untuk membedakannya, berikut ulasan singkatnya:

  • Shawl, merupakan sebuah kain berbentuk persegi panjang/segi tiga/ persegi, yang didisain untuk menutupi seluruh bahu melingkar kebelakang leher sampai pinggang. Jadi, syal dapat menghangatkan leher, punggung dan pinggang. Ukuran umumnya, lebar antara 80-110 cm dengan panjang 180-210 cm.
  • Scarf, merupakan sebuah kain berbentuk persegi panjang yang didisain untuk menghangatkan leher saja. Scarf dikenakan dengan cara melilitkan kain ke leher. Ukuran umumnya, lebar 10-40 cm dengan panjang 120 -200 cm.

Menelisik asal usul syal, maka nama Sayeed Ali Hamadani patut di sebut. Hal itu karena, melalui tangan beliau lah syal pertama yang terbuat dari benang wol dibuat di Kashmir. Walaupun begitu, Sayeed Ali bukan berasal dari daerah ini, ia berasal dari kota Hamedan, Iran.

Ceritanya, saat Sayed Ali berkunjung ke Kashmir pada abad ke 14, ia melihat keindahan alam yang sangat luar biasa disana. Memang, kashmir merupakan sebuah dataran tinggi dan lembah indah di selatan pegunungan Himalaya, sehingga cuacanya sangat baik untuk melakukan peternakan, salah satunya kambing.

Kebetulan, Sayeed Ali berkunjung ke Ladakh, daerah kashmir penghasil kambing terbaik. Bulu kambing disini dikenal akan warnanya yang putih dan halus. Berkat kejelian dan pengetahuannya, Sayeed Ali mengubah daerah tersebut menjadi berkembang, salah satunya melalui kerajinan tangan berupa Shal.

Berkat usaha tersebut, UNESCO pada tahun 2014 menobatkan Sayeed Ali Hamadani sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah yang berperan mengubah kashmir menjadi lebih baik, dari segi ekonomi, seni dan budaya.

Berikut beberapa jenis syal yang ada di pasaran dunia

1. Kashmir Shawl

Kashmir shawl, gambar kashmircompany.com

Kashmir shawl, gambar kashmircompany.com

Dari namanya, jenis syal ini berasal dari kashmir. Shal kashmir muncul bersama sama sama dengan pashima. Kedua jenis syal ini merupakan syal terkemuka di dunia. Syal ini pertama kali muncul di daerah utara India atau Cashmere.

Syal kasmir menggunakan wol dari bulu-bulu domba yang hidup di atas dataran kasmir yang hanya dapat dipanen bulunya sekali dalam setahun saja, sehingga jenis syal ini tergolong langka dan mewah.

Secara industri, kain ini banyak di produksi pada abad ke-15 saat Kashmir dikuasai oleh Zayn-ul-Abidin, saat ia mendatangkan para cendikia muslim dari Asia tengah, salah satunya Sayeed Ali Hamadani.

Bulu domba yang memiliki warna dasar putih, coklat atau hitam ini banyak digemari oleh para penjelajah dari Eropa, salah satunya Napaleon III. Ia menjadikan kain kasmir sebagai hadiah selendang kepada istri tercintanya, Eugenie.

2. Pashmina

Pashmina, gambar kashmircompany.com

Pashmina, gambar kashmircompany.com

Pashmina merupakan salah satu jenis syal dari kasmir yang paling eksklusif. Jenis syal ini pertama kali ditenun di India utara. Nama pashmina sendiri berasal dari persia, yang artinya “terbuat dari wol”.

Wol atau bulu-bulu kambing yang dijadikan pashmina tidak sembarangan, wol berasal dari bulu janggut domba. Dombanya juga harus berasal dari dataran tinggi Himalaya, Ladakh, dengan ketinggian sekitar 4200 meter. Diperkirakan keberadaan kain ini telah ada sejak abad 3 sebelum masehi.

Seiring penyebaran pashmina ke berbagai negara, pashmina pun mengalami perubahan dari segi bahan. Misalnya di Indonesia, ada pashmina yang terbuat dari satin dan tyrex. Penggunaannya pun, lebih beragam, selain dijadikan shal, pashmina juga bisa dijadikan selendang, gaun dan hijab.

3. Do Shalla

Doshala, gambar frankames.com

Doshala, gambar frankames.com

Raja Akbar yang kala itu memerintah kerajaan Mughal, India, sangat mengaggumi shal dari kasmir. Ketertarikannya itu bermula saat ia melihat syal dikenakan oleh para bangsawan. Mereka biasa menambahkan border dari emas, perak atau sutera, menjadikan shal lebih elegan dan mewah.

Namun raja akbar sendiri menginginkan shal yang berbeda dari lainnya, sehingga ia pun memerintahkan disainer pakaian kerajaan untuk membuat shal yang elegan, mewah dan unik, dan terciptalah do-shala.

Sesuai namanya, do shala berarti dua shal, yakni syal yang harus dijual sepasang. Kain kasmir memiliki ukuran yang sama dengan ornament pinggiran bertaburkan sutera, emas, perak dan manikan mewah lainnya.

Secara umum, do shala terdiri dari dua tipe, pertama disebut khali-matan, yaitu do-shala polos tanpa ornament tambahan. Dan Char-bagan, yakni do-shala yang terbuat dari empat kain dengan warna berbeda yang disatukan bersama, biasanya ditengah kain terdapat ornament berbentuk bunga yang terbuat dari emas atau perak. Selain di tengah, pinggirnya pun terdapat ornament yang disebut kunj. Pemakaian do-shala dapat menaikan nilai status seseorang kala itu.

4. Knit Shawl

Knit shawl atau syal rajut merupakan jenis syal yang sering kita jumpai di pasaran. Karena bentuknya yang simple, yakni berbentuk persegi panjang, dimana lebarnya tidak lebih dari 20 cm dengan panjang antara 170-200 cm, sehingga cocok untuk menghangatkan bagian leher tanpa menutupi baju.

Syal ini umumnya dibuat dari bahan wol biasa, namun seiring perkembangan zaman, ada juga knit shal yang terbuat dari wol sintetis. Selain itu, penggunaanya juga semakin luas, tidak hanya digunakan kala musim dingin tiba, knit shal seakan menjadi aksesoris wajib para supporter bola.

Karena lebarnya yang tidak terlalu besar itu, syal rajut biasanya kurang efektif untuk menghangatkan bahu hingga pinggang, sehingga masih butuh perlengkapan tambahan seperti jaket atau sweater.

5. Fringe Shawl

Jenis syal ini terbuat dari jenis apapun dan tergolong syal unik, karena pada bagian pinggirnya (fringe) terdapat tambahan benang yang merumbai-rumbai. Saat pertamakali diciptakan, Syal ini bisa dipakai oleh pria maupun wanita.

Walaupun begitu, bagi para pria yang menginginkan menggunakan jenis syal ini perlu memilih dengan cermat karena bisa saja jika anda salah pilih, syal tersebut malah akan menutupi sisi maskulin anda.

6. Stole

Bisa dibilang stole adalah syal formal, didisain untuk menutupi seluruh bahu pada pakaian pesta. Jenis syal ini khusus digunakan oleh wanita dalam acara resmi seperti pesta pernikahan atau resepsi kenegaraan. Di dalam negeri, stole disebut gaun selendang.

Bentuk stole lebih sempit dibandingkan shawl dengan konstruksi kain lebih simple, sehingga ujung-ujung stole dapat dililitkan juga pada sikut tangan. Ukuran umumnya, lebar 50-70 cm dengan lebar 175-190 cm. Karena lebarnya pendek, stole sering dikategorikan scarf.

Bahan utama untuk membuat stole biasanya terbuat dari material ringan seperti kain sutera dan chiffon dengan teknik jahitan akhir seperti di crop, di hem atau bound. Di beberapa tempat, stole juga bisa dibuat dari bulu binatang seperti rubah

Demikianlah beberapa jenis syal yang dapat kita temui di pasaran, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Shawl
https://en.wikipedia.org/wiki/Scarf
http://explore.blarney.com/shawl-wrap-stole-scarf-difference/