Asal Mula Sweater Rajut dan Jenisnya

Siapa yang suka memakai sweater rajut dalam berbagai kesempatan? Pakaian satu ini sangat cocok dipakai pada musim dingin atau saat anda berada di luar rumah, karena memang memiliki kelebihan dari pakaian hangat lainnya, mulai dari desain hingga varian jenisnya.

Dibandingkan pakaian hangat lainnya seperti jaket, sweater rajut sangat cocok sebagai pakaian “pelapis luar” atau juga pakaian utama yang nyaman jika dikenakan dipadupadankan dengan pakaian lainnya seperti kemeja saat berada di dalam ruangan atau di luar ruangan. Saat berada di dalam ruang rapat misalnya, pengguna sweater rajut tidak akan risih akan diliat orang. Lalu saat hangout bersama teman pun pakaian ini sangat fashionable.

Ternyata keberadaan pakaian ini tidak serta merta ada dengan sendirinya, namun melalui perjalanan yang cukup panjang. Dimulai dari kebiasaan masyarakat di timur tengah merajut sesuatu, menyebar ke Eropa, lalu mengaplikasikan keterampilan ini kedalam sebuah baju.

“Perlu anda ketahui, Merajut merupakan sebuah proses menggunakan dua atau lebih jarum untuk membuat sebuah jalinan benang tertutup yang terhubung satu sama lain, dengan tujuan membuat sebuah hasil karya garment, seperti syal, kaos kaki hingga baju.”

Para bangsawan di Eropa yang ingin menginginkan barang hasil rajutan dulu mereka membawa ahli rajut dari timur tengah langsung, seperti yang dilakukan keluarga bangsawan dari spanyol, dengan ditemukannya beberapa item rajutan dari makam Abbey of santa maria la Real de Las huelgas di kota Burgos.

Bukti kongkret lainnya yang mengarahkan daerah timur tengah sebagai asal mula skill “merajut” ialah dengan ditemukannya artifak kaos kaki dari mesir yang diperkirakan dirajut pada abad ke-11. Sedangkan di daratan Eropa sendiri, keterampilan ini dikenal sekitar abad ke-13.

Sedangkan istilah sweater rajut sendiri muncul di Eropa sekitar abad pertengahan, sekitar abad ke-15. Kala itu, pakaian ini diperuntukan untuk dikenakan oleh biarawan dengan model jubah berkerudung dan digunakan pula oleh para pekerja yang melakukan kerjaanya di luar ruangan. Jenis sweater rajut yang memiliki kerudung kala itu sekarang disebut hoodie.

Perkembangan selanjutnya, sweater rajut memiliki pamor naik turun. Pada abad pertengahan, pakaian ini banyak dikenakan para bangsawan karena masih dianggap unik, elegan dan mahal.

Saat terjadi revolusi industri, pakaian ini jadi mudah ditemukan dan mulai menurun nilai jualnya, bahkan saat terjadi perang dunia ke 1, pakaian ini diproduksi massal untuk menghangatkan tentara yang sedang berperang.

Nah, selepas perang dunia, pakaian ini mulai dikenal di seluruh dunia, termasuk Amerika. Disana sweater rajut atau sering disebut hoodie, memiliki pamor tersendiri karena pakaian ini sering dipakai artis hip hop, yakni aliran musik yang populer tahun 90an.

Kualitas sebuah sweater rajut dapat dilihat dari nilai gauge yang dipakai saat produksi. Istilah gauge dalam merajut artinya patokan jumlah baris dan kolom dalam satuan cm dengan beragam ketebalan benang dan ukuran jarum.

Kegunaan mengetahui nilai gauge ini yakni memastikan besar, ukuran hasil rajutan apakah sesuai dengan pola yang ada. Singkatnya, semakin kecil gauge, maka semakin rapi rajutan yang dihasilkan.

Awalnya sweater rajut hanya memiliki dua varian utama, yakni pullover dan Cardigan. Pullover merupakan sweater yang cara mengenakannya seperti kaos T-shirt, dari bawah ke atas.

Sedangkan cardigan merupakan sweater yang memiliki bukaan depan seperti jaket namun dengan kancing.

Seiring berjalannya waktu, sweater rajut memiliki ragam jenis dan varian. Berikut penjelasannya!

1. Cardigan

sweater rajut pria Gomuda, Cardigan Clean Navy

Seperti yang telah disinggung diatas, sweater rajut jenis ini memiliki bukaan depan berupa kancing. Pertama kali pakaian ini populer di Britania, saat Komandan militer Inggris, bernama James Thomas Brudenell, Earl of Cardigan sering mengenakan sweater jenis ini bersama para prajuritnya saat terjadi perang dunia.

Walaupun sejarahnya pertama kali dikenakan oleh kaum pria, ternyata pakaian ini sangat cocok jika dikenakan kaum wanita. Hal itu dikarenakan, sweater rajut ini mampu memberi efek langsing kepada pemakainya.

Seiring perkembangan zaman, pakaian ini memiliki beberapa varian, berikut beberapa varian cardigan yang cukup populer

  • Classic cardigan, Cardigan jenis pertama ini merupakan model pertama kali muncul dan tetap bertahan hingga sekarang ini. Jenis ini memiliki ciri utama yakni desain yang mengikuti tubuh dan memiliki kancing. Walaupun terlihat klasik, model ini paling mudah di padu padankan dengan berbagai jenis baju lainnya, baik pria maupun wanita.
  • Belted cardigan, merupakan cardigan yang memiliki hiasan ikat pinggang sebagai ciri utamanya. Jenis ini juga biasanya memiliki ukuran panjang agak besar. Belted sangat cocok dipakai sebagai luaran yang ingin tampil kalem.
  • Open cardigan, yaitu cardigan yang tidak memiliki kancing maupun ikat pinggang, sehingga jenis ini tetap terbuka. Selain itu, ukuran jenis biasanya berukuran cukup panjang dengan siluet ramping.
  • Shawl-collared cardigan, yaitu cardigan yang memiliki kerah agak lebar dan besar memanjang hingga bagian dada. Jenis ini sangat cocok untuk bagi anda yang memiliki tubuh tinggi dan kurus karena bentuk kerahnya seakan memberi kesan besar pada tubuh.
  • Wrap cardigan, merupakan pengembangan dari open cardigan, namun dengan model kerah agak memanjang sampai bawah, sekitaran daerah perut.
  • Flyaway cardigan, yakni jenis cardigan yang memiliki ukuran paling panjang dari model lainnya. Jenis ini biasanya terbuat dari bahan ringan, dan panjangnya sampai dibawah lutut.

2. Hoodie

sweater rajut pria Gomuda, Hoodie Button Neck Blue Denim

Hoodie merupakan pengembangan lebih jauh dari cardigan. Saat muncul pertama kali, pakaian ini dirancang untuk menyembunyinkan wajah si pemakai, karena memang pakaian ini memiliki tudung kepala.

Jika cardigan memiliki kancing layaknya jaket pada umumnya, maka hoodie biasanya memiliki resleting. Namun dalam perkembangannya, hoodie pun ada yang didisain cara mengenakannya seperti pullover. Berikut beberapa tipe hoodie di pasaran.

  • Hoodie jumper, yaitu sebuah model hoodie tanpa bukaan depan alias pullover.
  • Zip up hoodie, yaitu sebuah model hoodie yang memiliki bukaan depan dengan resleting dari bawah pinggang sampai bagian leher.
  • Full zip hoodie, yaitu sebuah model hoodie yang memiliki bukaan depan dengan resleting, mulai dari bawah pinggang sampai bagian tudung sehingga hoodie ini mampu menutupi seluruh wajah pemakainya.

3. Crew Neck

Sweater Rajut Pria Gomuda Signature, O-Neck Plain Raw Mocca

Crew neck merupakan jenis sweatar rajut pullover yang memiliki bentuk leher seperti huruf O, sehingga disebut juga sweater O-Neck. Jenis ini yang paling umum ditemui karena terlihat simple dan mudah dikombinasikan dengan pakaian apapun.

Untuk tampilan formal, anda dapat memadukan sweater jenis ini dengan kemeja, sedangkan untuk hangout anda bisa memadukannya dengan kaos.

4. V-Neck

Sweater Rajut Pria Gomuda: V-Neck Polos Dark Brown

Berdasarkan namanya, sweater jenis ini memiliki bentuk leher seperti huruf V. Jenis ini merupakan pengembangan dari crew neck, karena dari segi model siluet hampir sama dengan o-neck.

Seperti halnya crew neck, V-neck sangat cocok untuk digunakan dalam acara formal ataupun informal, misalnya dipadukan dengan kemeja saat ngantor atau dengan t-shirt dan celana jeans saat kuliah.

5. Mock-Neck

GOMUDA SWEATER RAJUT PRIA CABLE-BUTTON-MOCKNECK-NAVY_1_F

Sweater rajut pria Gomuda: Cable Button Mockneck Navy

Mock neck merupakan jenis sweatar pullover yang memiliki kerah menyerupai kemeja. Ciri lainya, jenis ini memiliki beberapa kancing atau sistem resleting pada bagian leher. Jenis ini lebih modern dari pendulunya, sehingga sangat cocok dipakai dalam berbagai kesempatan, seperti ngantor, kuliah ataupun hangout.

6. Turtle-Neck

Sweater rajut pria Gomuda: Cord Turtleneck Hitam

Turtleneck merupakan sebuah jenis sweater rajut yang memiliki bentuk leher bulat dengan kerah panjang mendekati kerongkongan, menyerupai “leher kura-kura” sehingga disebut turtle-neck.

Turtleneck tergolong jenis pullover yang banyak digandrungi, karena memiliki kelebihan dari sweater rajut lainnya, yakni kerah yang agak tinggi. Ini memungkinkan penggunanya lebih hangat saat berada di luar ruangan, sangat cocok dikenakan di daerah pegunungan dan saat musim dingin tiba.

Walaupun ciri khasnya memiliki kerah tinggi, ternyata turtleneck memiliki banyak jenisnya, berikut beberapa varian turtleneck.

  • Classic turtleneck, yakni turtleneck yang memiliki lipatan kerah yang dibuat dobel. Model ini umumnya dibuat dalam ukuran yang tidak terlalu besar, terlalu kecil ataupun terlalu tinggi, namun sedang.
  • Oversized turtleneck, yakni jenis turtleneck yang memiliki ukuran baju dobel atau sengaja dibuat longgar. Pakaian ini biasanya terbuat dari bahan woll.
  • Cowl turtleneck, merupakan model perpaduan dari klasik dan oversized. Bagian bahu dari jenis ini umumnya sengaja didisain cukup longgar dan tidak terlalu membentuk tubuh, sedangkan bagian lehernya sengaja dilebihkan 2-3 kali lipat supaya dapat dilipat.
  • Sleeveless turtleneck, merupakan turtleneck klasik yang didisain seperti rompi, sehingga tangan sipemakai keliatan. Jenis ini umumnya memiliki siluet cukup ramping dengan bagian leher yang dibuat cukup longgar.
  • Funnel neck, merupakan sweater pullover yang memiliki kerah aga tinggi, namun tidak setinggi jenis turtleneck lainnya.

7. Vest

Sweater rajut pria Gomuda: Vest Mocca

Vest merupakan jenis paling modern dari sweater rajut, karena model ini mengadaptasi pakaian tanpa lengan atau rompi. Jenis ini biasanya memiliki siluet ramping dan simple. Vest sangat cocok dikenakan dengan kemeja atau blus.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_knitting
https://visforvintage.net
https://en.wikipedia.org/wiki/Sweater
http://www.nyoozee.com/gaya-hidup/fashion/mode/mengenal-turtleneck/